Tabung Gas Bocor Diduga Penyebab Kebakaran PT Mandom

 on Friday, July 10, 2015  





CNN Indonesia -- Kebakaran besar yang melanda PT. Mandom di kawasan Cibitung, Kabupaten Bekasi, diduga muncul karena adanya ledakan dari tabung gas yang bocor. Dugaan tersebut disampaikan oleh Kapolres Kabupaten Bekasi Komisaris Besar Rickynaldo Chairul pada Jumat (10/7) sore ini.

"Ledakan dari tabung gas produksi yang bocor hingga menyambar ke semua instalasi ruang produksi. Ledakan terjadi pukul 09.30 WIB sebanyak dua kali ledakan," ujar Rickynaldo di Cibitung.

Rickynaldo menyebutkan, banyaknya jatuh korban karena saat terjadi kebakaran sedang berlangsung aktivitas oleh para karyawan PT. Mandom. 

Ia juga mengatakan kebakaran ini menyebabkan sedikitnya lima orang meninggal dunia dan puluhan luka-luka. Kebakaran tersebut bisa dipadamkan satu jam setelah kejadian oleh pemadam kebakaran Kabupaten Bekasi.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal menyatakan ada lima orang meninggal dan 50 orang lainnya terkena luka bakar saat kebakaran terjadi. (Baca: Kebakaran PT Mandom Tewaskan 5 Orang dan Puluhan Luka Bakar)

"Korban yang meninggal satu dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi, empat orang dibawa ke RS Polri Kramatjati," kata Iqbal kepada wartawan, Jumat (10/7).

Adapun untuk yang korban luka bakar masing-masing sebanyak lima orang dibawa ke RS Permata Bekasi, 37 orang dilarikan ke RS Hermina Grand Wisata, dan delapan orang diselamatkan ke RS Mitra Keluarga Bekasi.

Alia Dewi, juru bicara PT Mandom Indonesia, mengatakan kebakaran terjadi di bagian produksi dan kebakaran terjadi pada saat proses produksi. "Sekarang (produksi) kami setop dulu, karena enggak memungkinkan juga," kata Alia, kepada CNN Indonesia, Jumat (10/7).  (Baca: Belum Sebulan Diresmikan, Pabrik Mandom Terbakar)
Tabung Gas Bocor Diduga Penyebab Kebakaran PT Mandom 4.5 5 murdani id Friday, July 10, 2015 CNN Indonesia   -- Kebakaran besar yang melanda PT. Mandom di kawasan Cibitung, Kabupaten Bekasi, diduga muncul karena adanya ledakan ...


No comments:

Post a Comment

Pages

Powered by Blogger.